Wednesday, May 11, 2016

Berpetualang ke Dunia Adsense/Admob Google (3)

Tulisan panjang ketiga, tentang beriklan di Mbah Google.

Selamat pagi saudara, sahabat, dan teman.
Salam Super, Baarakallaah ...


Diantara ketiga cara beriklan di google, katanya, iklan di youtube-lah yang peluangnya paling bagus. Saya sendiri, sudah/baru mencoba dua jenis cara beriklan, yaitu di web/blog (adsense) dan di aplikasi Android (admob). Saya belum mencoba untuk monetize video di youtube. Insya Allah dalam waktu tidak lama lagi.

Dari pengalaman pribadi, beriklan di aplikasi Android jauh lebih "menguntungkan" kita (dibanding blog). Kalau tidak salah, saya sudah pasang adsense di blog sejak 2007 (atau 2009), walaupun tidak aktif. Total earning saya sejak 2007 - 2014 (awal saya pasang admob), $25 (dua puluh lima dolar) ... belum pernah bisa terima gajian karena akumulasi tidak sampai $100.

Berpetualang ke Dunia Adsense/Admob (2)

Selamat pagi saudara, sahabat, dan teman.
Salam super ... Baarakallaah ...

Menyambung tulisan panjang saya kemarin, kali ini saya ingin menulis, jawaban dari pertanyaan saya sendiri setahun dua tahun yang lalu, bagaimana bisa, kita dapat uang dari iklan di aplikasi kita?

Semua mungkin sudah tahu, bisnis utama Google adalah iklan. Google mendapatkan uang dari iklan yang ditampilkan di mesin pencari-nya yang diakses oleh hampir semua pemakai internet di dunia, setiap saat. Para pemasang iklan, membayar sejumlah uang ke Google, supaya iklan mereka tampil.

Karena saya (akhirnya) pernah menjadi pemasang iklan di google, saya bisa bercerita sedikit tentang iklan tersebut. Kita, sebagai pemasang iklan, request ke google untuk pasang iklan. Lalu google bertanya:
  1. di negara atau bahasa mana saja iklan kita akan dipasang
  2. siapa saja yang bisa melihat iklan kita (gender, umur, dsb)
  3. berapa kali iklan tersebut boleh ditampilkan untuk setiap user
  4. berapa kita berani bayar untuk iklan tersebut (bisa per-tampil, atau per-click, atau yang lain, tergantung jenis iklan kita)
  5. berapa maksimal budget harian kita.
  6. sampai kapan iklan akan ditampilkan.

Berpetualang ke Dunia Adsense Admob Google (1)

Tulisan pertama dari beberapa tulisan ...

Saudara, sahabat, dan teman,
Salam super, baarakallah ...

Sekitar pertengahan tahun 2014, saya terlibat diskusi dengan Yusup Suparman, Wanda Herdana, dan Syamsu Rizal Al Fathir mengenai aplikasi Android. Waktu itu, saya tidak terlalu tertarik, "memandang sebelah mata", mendengar cerita temen-temen yang mulai asyik mainan apps Android. Dapet uangnya darimana? Dalam benak saya, tidak akan jauh berbeda dengan hasil yang pernah saya peroleh sewaktu rajin bikin apps Java untuk HP jadul (Siemens SL45). Beberapa apps saya dibeli oleh salah satu kantor Siemens di luar negeri. Lumayan memang, tetapi ya hanya berhenti sampai disitu saja ...

Setengah bertanya, temen-temen itu bilang, "kalau dari iklan Mas?"
Hah? iklan? Terus-terang, waktu itu saya, sama sekali tidak percaya bahwa kita bisa menghasilkan uang dari iklan di apps. Emangnya, siapa sih yang mau pencet iklan yang muncul? Lha wong kita aja, setiap kali ada iklan, pasti langsung di-close kan? Kalau pun dapet, paling berapa sih?

Di sinilah pentingnya "contoh/bukti nyata" ...

Setelah diskusi itu, saya hanya mencoba sekali untuk running IDE Android (Eclipse), dan ndilalah lha kok ya pas "berat" rasanya (mungkin spek laptop yang saya pake kurang mumpuni). Akhirnya, saya pun sama sekali tak pernah sentuh lagi itu barang.

Wednesday, June 17, 2015

Nge-Root Android Bagian 1 - Apa dan Bagaimana

Sering mendengar kata rooting android? Android rooted? Nge-root android? Tapi belum pernah nyoba'? Oke, mari kita bahas sedikit mengenai android root ini.

"Nge-root smartphone android adalah sebuah proses untuk membuka sistem operasi android, sehingga kita menggunakannya tidak lagi sebagai user biasa, tetapi sebagai administrator (di sistem operasi unix/linux dikenal sebagai root), user dengan hak paling tinggi, bisa ngapa-ngapain aja, terserah, suka-suka."

Kenapa sih tidak dari sononya HP android sudah dalam keadaan root? Kan kalo di komputer, kita bisa bikin account administrator? Mungkin, si pembuat HP tidak pengen disibukkan dengan komplain dari customer karena HP-nya bermasalah/rusak karena salah mengubah sesuatu yang seharusnya tidak diubah-ubah. Kalau bukan root, area-area sensitif tersebut memang dikunci, jadi tidak bisa diubah-ubah.

Apakah mudah untuk melakukan rooting pada smartphone Android? Tergantung merk dan jenis HP-nya. Untuk HP-HP yang sudah lama keluar, atau menggunakan versi lama, pada dasarnya mudah, karena sudah ada orang-orang di luar sana yang punya rasa ingin tau yang sangat besar, ditunjang dengan kemampuan yang sangat bagus, dan kadang ditambah nasib baik, yang berhasil menemukan cara untuk nge-root smartphone android. Tetapi, untuk HP-HP yang belum banyak pemakainya, atau menggunakan versi android baru, mungkin saja belum ada cara untuk nge-root. Kok bisa?

Pada dasarnya, proses rooting android itu memanfaatkan celah/kelemahan di sistem operasi android, atau di aplikasi bawaan smartphone yang berhasil ditemukan (setelah melakukan berbagai analisa dan percobaan). Nah, di setiap upgrade, pembuat smartphone yang sudah bisa di-root, biasanya memperbaiki kelemahan tersebut, sehingga proses yang sama tidak bisa digunakan lagi.

Jadi, kalau Anda orang yang suka iseng, pengen nge-root smartphone, jangan gampang-gampang meng-upgrade smartphone Anda, kalau tidak yakin bahwa update terbaru tersebut memang bermanfaat bagi Anda, dan sudah ditemukan cara untuk nge-root HP di versi tersebut.

Pengen bisa nemuin sendiri kelemahan sistem operasi atau HP tertentu? Saya belum sampe ke level itu, jadi kita bisa sama-sama belajar dari belantara internet :) Kali ini, yang pengen saya share, adalah cara nge-root android, terutama merk Samsung.

Monday, June 15, 2015

Membuka Site Mobile dari Desktop

Adakah dari temen-temen yang jengkel kalo mbuka site-site berita favorit dari desktop. Misalnya saja detikcom, akan terasa jauh lebih berat dan lambat kalau kita buka lewat komputer dibanding kalau kita baca via handphone. Kalau pake HP, enak ... enteng ... Harap maklum, site-site tersebut butuh iklan. Sayangnya, beberapa bentuk iklan tidak mempertimbangkan koneksi internet kita yang lambat, sehingga terlalu membebani. Juga tampilannya kadang menutupi berita yang ingin kita baca.

Bisa nggak sih kalau kita baca detik di komputer pake model kayak di HP? Tentu saja bisa.
Coba saja ketik http://m.detik.com ... URL berita detik untuk yang versi mobile. Sederhana bukan?

Eh ... ternyata sama aja ya? :D
Tetep aja yang kebuka adalah http://www.detik.com ...

Saya menyarankan, untuk membuka site-site favorit dalam versi mobile, kita pake browser lain, bukan browser yang sering kita pake. Misalnya, kita biasa pake Chrome atau Mozilla, maka ada baiknya kalau kita manfaatkan IE yang kemungkinan besar ada di komputer kita (saya windows minded ya, hehehe ... maap buat yang pake'nya non-windows), untuk keperluan ini.

Rekaman MotoGP (Download atau Ngerekam Sendiri)

Ada yang bertanya ke saya, "Mas, dapet rekaman motoGP bagus darimana? Ngerekam sendiri?"
Dulu iya ... saya ngrekam sendiri dari TV7 / Trans7. Beli tv tuner yang ada saluran video in, lalu ngrekam sendiri, convert ke MP4 sendiri, dan dibagi ke temen-temen.

Sekarang ... saya udah gak pernah ngrekam sendiri. Di internet, 1-2 jam sesudah siarannya selesai, rekaman motoGP sudah ada. Kalau kebetulan, koneksi internet ngacir, bisa download yang HD (720p), kalau enggak, ya ambil yang SD (360/480) juga masih enak ditonton kok.

Selain itu, ternyata ngrekam dan convert sendiri hasilnya lebih jelek dibanding kalo download :D ... Ya iya lah, lha wong TV yang kita rekam siarannya tidak sebagus yang direkam sama uploader di internet. Mereka nontonnya dari TV yang udah HD, sementara kita ... kualitas seadanya, dan kadang ada bonus semutnya.

Jadi, buat temen-temen yang belum pernah download sendiri, asalkan punya koneksi yang lumayan, dan pengen coba download, silakan aja install dulu client untuk Torrent, semisal : uTorrent, Vuze, atau yang lain-lain. Saya sendiri lebih seneng pake Vuze.

Sunday, June 14, 2015

Membuat Sendiri Filter Kolam Ikan Luar

Kebetulan, di halaman belakang rumah, ada sebuah kolam ikan. Walaupun tidak terlalu besar, keberadaan kolam tersebut bisa jadi hiburan tersendiri, misalnya pas kita lagi galau atau pengen refreshing, bisa sambil liat-liat ikan yang berseliweran disitu.

Problem utama punya kolam mungkin salah satunya adalah air kolam yang lama-lama jadi kotor, dan harus dikuras. Udah nyari-nyari di google, gimana caranya pasang filter kolam ikan yang cocok dengan model kolam yang ada di rumah, belum nemu. Mungkin kurang usaha. Akhirnya, saya putuskan untuk mencoba filter buatan sendiri, dengan bahan dari barang-barang bekas yang ada di rumah.

Kolam saya mempunyai sebuah pompa, untuk memompa air ke kolam lebih kecil yang ada di atas, sekaligus berfungsi sebagai pancuran dan air terjun kecil yang membuat suara gemericik. Suara ini adalah favorit saya dan istri di malam hari. Kalo gak denger suara kricik-kricik ini, rasanya ada yang kurang.


Nah, filter-filter yang pernah saya liat, dan ada di iklan-iklan internet, rata-rata adalah filter yang airnya ada di atas, sumbernya dipompa dari bawah, kemudian air hasil filternya jatuh ke bawah, masuk ke kolam. Kalau yang saya inginkan adalah, pompa berada di kolam bawah, mengalirkan air yang sudah disaring ke kolam atas, dan bentuknya tidak terlalu mengganggu pemandangan kolam secara keseluruhan.